Senin, 04 Februari 2019
HIKAYAT RATU ADIL
Surya muram
Kehangatannya lindap di ketiak sejarah
Dan air kemenungan sublim menguap
Mengutuk kesaksian Mahendra Giri
Merah.
Jawadwipa compang-camping
Serupa rakyat jelata mati rasa
Bersama anyir bau ampo yang menguar
Selagi dendam menggenangi darah Mataram
Berserak.
Ketika para ksatria berdiaspora
Mengombang-ambingkan takdir
Rintihan suket, otek dan pari menuntut semi
Dan niscaya wahyu kertagama di ujung nadir
Hanyut bersama gonggongan anjing
Saksi.
Ke mana hendak kembali?
Anak-anak negeri sedang menggumuli luka
Hasrat perih tertusuk sembilu
Silap angan menanti Erucakra
Menggendong radu dalam kandungan cerita
Sengkarut.
Brahmana ulama mengotori tangan
Anjing-anjing kebingungan
Mana tuan mana lawan
Merestui benih kesumat yang beranak turun
Dan manikam kebijaksanaan pun pergi menepi
Benggala.
Hikayat purba jadi teladan
Memberi jalan jalinan kesadaran
Menuju liang nastiti yang sedang kita cari
Meski jauh dari api
Mirat sunyi.
Karanganyar, 25 Januari 2019
Tags: Puisi
About the Author
Simplest
Hello, I'm Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc consectetur nulla id metus consequat convallis. Praesent fringilla nulla eget elit bibendum dictum.


0 komentar:
Posting Komentar