: Refleksi Acara Diskusi "Menggagas Praktik Model Sekolah Merdeka" di Teras Budaya nDaleme Eyang, Sumber-Solo
"Esok adalah hari ini, karena hari ini telah menjadi masa lalu" (Dr. Sutanto Sastraredja)
Sengaja saya mengutip pernyataan Pak Tanto sebagai salah satu pembicara semalam, karena hal itu seperti mengingatkan perihal kelambatan kita semua --bukan hanya pemerintah-- dalam hal ini, menyikapi perubahan dunia yang sudah sedemikian cepatnya. Sedangkan negeri ini tak kurang memiliki paedagog (dalam bahasa Yunani bermakna seseorang yang diserahi tanggungjawab mengamati tingkah laku anak dan mengajarnya menulis dan membaca) yang telah puluhan tahun meramu suatu rumusan dan praktik kemerdekaan belajar. Kalau mau, dari pemikiran dan pengalaman merekalah kita sebetulnya bisa belajar banyak mengenai paradigma dan metodologi belajar dimaksud, sehingga kegagapan seperti sekarang bisa dihindari.
Perkembangan pendidikan akhir-akhir ini yang cenderung menyempit pada pengertian pembelajaran vokasi (ketrampilan), agaknya patut dikhawatirkan. Karena tujuan pendidikan yang mestinya mengantarkan seseorang pada kebahagiaan dan keselamatan tertinggi, bakal semakin jauh dari harapan. Manusia pada kodratnya telah sempurna memiliki akal, karsa dan budi, beserta tugas menyempurnakan itu semua sepanjang hidupnya, bakal semakin terpuruk pada mekanisme dunia yang semakin pragmatis dan individualistik.
Kedua pembicara sepakat bahwa sesungguhnya akar substansi dari sekolah merdeka adalah merdeka belajar, yang tergerak dari dalam diri seseorang sebagai tanggungjawab pribadi (individu) ataupun komunal (sosial). Bermula dari tujuan memenuhi kebutuhan dasar, lalu beranjak pada memenuhi kewajiban bersama, pendidikan diharapkan mampu memuliakan kehidupan sebagai ekspresi moral-spiritual secara lebih luas.
Ibe Karyanto yang berlatar-belakang pemikir dan pegiat, mengupas secara terstruktur mulai dari paradigma, metodologi dan praktik. Hal itu dia kemukakan sebagai bagian dari partisipasi warga negara yang prihatin dengan keberlangsungan pendidikan di akar rumput, meskipun undang-undang memberi amanat negara untuk menjamin pendidikan bagi warganya. Ibe mengetengahkan satu rangkaian metodologi pendidikan yang disederhanakan sebagai: berdiskusi, bernalar, bereksplorasi dan berefleksi. Memahami cara itu secara dalam, membuat kita bisa sedikit mengabaikan keriuhan akibat kebijakan Sekolah Merdeka yang dicanangkan. Ibe berharap makin banyak tumbuh inisiatif, entah itu di lingkup pendidikan formal ataupun non-formal, yang kesemuanya berangkat dari paradigma 'belajar merdeka' seperti dimaksud.
Sementara itu, Pak Tanto secara kreatif mengetengahkan metodologi belajar yang berpeluang menjadi inisiatif di tengah formalisasi pendidikan ala negara. 'Merdeka belajar' menurut beliau tidak bisa hanya berhenti pada anjuran normatif, tetapi bagaimana kreatifitas siapapun diharapkan dapat tumbuh dalam mengemas cara belajar menjadi suatu yang mengasyikkan. Dunia pendidikan yang terlanjur mekanis dan instruktif, harapannya dapat disiasati lewat perencanaan dan pembiasaan cara belajar yang dapat lebih mencukupi kebutuhan. Sekat-sekat kelembagaan sudah saatnya dileburkan supaya antar pihak dapat terkoneksi, sehingga tumbuh suatu jejaring pengetahuan tanpa batas. Dengan begitu pengetahuan dapat tereproduksi dengan sendirinya, persoalan riil kehidupan juga dapat lebih lebih cepat terselesaikan, syukur-syukur bisa lebih dini diantisipasi. Kegiatan bereksplorasi dan berkreasi yang bertumpu pada pembelajaran tanpa henti akan menjadikan kemerdekaan belajar tercapai dengan sendirinya.
Perbincangan ditutup dengan menyiratkan harapan tentang upaya yang bisa sesegera mungkin dilakukan, yakni dengan memperbanyak inisiatif, menerapkan model, serta membangun jejaring, dari lingkup terkecil menuju ekosistem merdeka belajar yang semakin luas dan membesar. Pada akhirnya momentum sekolah merdeka akan terjawab oleh kesiapan antar pihak menyambutnya.
Karanganyar, 14 Maret 2020
____
*pinjam foto hasil jepretan Mbak Catur Wulandari, pegiat Lingkar Belajar antar Sanggar asal Blumbang-Tawangmangu yang sekarang menjadi dosen di Universitas Tidar - Magelang;
Jumat, 13 Maret 2020
MENYAMBUT EKOSISTEM MERDEKA BELAJAR
Tags: Jurnal Tema Pendidikan
About the Author
Simplest
Hello, I'm Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nunc consectetur nulla id metus consequat convallis. Praesent fringilla nulla eget elit bibendum dictum.


0 komentar:
Posting Komentar