Bagian 1: Riwayat Singkat
Pos ronda nampaknya memiliki riwayat panjang yang melekat pada perkembangan situasi geopolitik lokal masyarakat kita, selain tentu saja dengan tetap menyertakan fungsi pokoknya sebagai prasarana keamanan wilayah. Berawal dari kemunculannya dalam bentuk gardu jaga di pintu-pintu masuk keraton, di periode berikutnya VOC memiliki andil mereplika bentuk dan fungsi gardu tersebut ke tiap kampung dan desa, untuk menandai batas teritori secara lebih tegas. Istilah ronda--yang saat itu dimaknai berkeliling-- mulai dikenal, sebagai aktifitas kolektif warga menjaga keamanan kampung, tanpa melampaui batas teritorinya masing-masing. Fungsi itu kian menguat manakala marak terjadi aksi para bandit sebagai bentuk reaksi penanggulangan dari warga.
Sementara itu, kentongan ditengarai mulai difungsikan sebagai alat penyampai kabar telah terjadinya sesuatu, termasuk isyarat situasi aman. Meski demikian hal itu bukan lantas berarti menandai awal mula diciptakannya kentongan. Sedangkan kemunculan gardu jaga di jalan raya diduga berawal ketika Daendels membangun jalan Anyer-Panarukan, pada setiap interval tertentu, sebagai penopang keamanan dan pengawasan.
Pada akhirnya pos ronda pun sempat menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam mengontrol dan mengendalikan warganya, terutama saat penjajahan Jepang dan berkuasanya orde baru. Pos ronda dalam masa ini menjadi cara paling efektif untuk memata-matai sekaligus mendoktrin masyarakat akar rumput. Istilah siskamling (sistem keamanan lingkungan) kemudian menjadi lazim untuk menyebut tata laksana penyelenggaraan kegiatannya.
Selain itu, pos ronda juga sempat mewarnai gejolak politik negeri ini, ketika marak bermunculan posko-posko kader berbasis partai. Kemandirian dan kegotongroyongan --yang sayangnya tersekat aspirasi politik-- begitu menyeruak menjelang kelahiran reformasi. Dalam bentuk dan fungsi yang lain lagi, pos ronda menjelma posko-posko layanan dalam momentum tertentu, yang --lagi-lagi-- sayangnya masih dilekati kepentingan organisasi sosial atau politik tertentu.
Bumi Sepanggang, 15 Februari 2020
Bumi Sepanggang, 15 Februari 2020
(bersambung, Bagian 2: Pilar Sosial dan Ekonomi)
_____
*disarikan dari pelbagai sumber
*ilustrasi: https//encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQ2PD9auQ7DaWnqciHBzegUafYa-0QpysOc-anBbnS9uGDSvz4S
*ilustrasi: https//encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn%3AANd9GcQ2PD9auQ7DaWnqciHBzegUafYa-0QpysOc-anBbnS9uGDSvz4S


0 komentar:
Posting Komentar